Lagi Niat Ngeblog

Just another WordPress.com site

When you feel like giving up Oktober 7, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 5:23 am

There are times in your life, when everything goes wrong.

when you do not get what you wish,

when people seem so ignorant and you feel all alone.

There are times in your life, when you wish you could turn back time,

when you fail, when your efforts do not count,

when you fall down,

and despise your life.

Stand up strong, be a winner.

Cause it’s when things go wrong that you should not quit.

 

What I remember about High School September 26, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 1:32 am

3 years ago, I went through this gate..

Using my new white and grey uniform…

And felt so proud to officially be called ‘a high-schooler’. I felt really mature.

And I met these people…

Who I love very much!

Tears..

Laughters..

Smiles..

Happiness..

Sadness..

Randomness..

Exam’s answers :P

We shared everything.

We talked about the future… which seemed really far away at that time. We talked about our passion…. About what we want to do when we grow up.

Years passed by.. and there came the day when the future we’ve always talked about was right in front of us. And suddenly, we thought that time flew away so fast…

And again, I had to walk through this gate.. whispering, “Is it time?”

We finally had to say good bye…

High school is over, but the memories remain…

Guys, I really miss you all.. I love you loads!

 

Crush? September 18, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 1:48 am

He was my first crush here in America… Well I know he’s so out of my reach, so I guess now I’m trying to get over him. :)

I should focus more on my academic achievements. I shouldn’t lose this scholarship.

Well, we learn something new everyday.  :)

 

Up and About in Colorado September 12, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 10:27 pm

Yak, sebenernya saya lagi males2nya posting blog karena banyak PR. Tapi karena teman saya Wanto sudah memberi peringatan pertama (maap mod!), akhirnya saya memutuskan untuk meluangkan 15 menit waktu saya hari ini untuk membuat postingan ini.

Kira2 postingan ini mirip sama postingan Sarah, teman saya. Karena saya nggak punya ide, jadi saya plagiat aja deh postingan Sarah :D

Wuokeh. Begini kira2 hidup saya di Golden, Colorado! Note: foto diambil dgn Blackberry dan Webcam, jadi harap maklum kalo blur ya hehe.

ini keadaan saya sekarang hehe. kira2 begini kalau saya lagi bengong. Dengerin lagu di Youtube. PS. SAYA TAMBAH HITAM DISINI KARENA JALAN TERUS 50 MENIT PULANG-PERGI. tapi ga sehitam ini kok. Ini mah efek lighting *alesan*

Ini handphone tercintaaa…. Ada wallpaper artis di depannya. Siapa tuuuu? wahaha. HPnya sengaja beli Blackberry, biar bisa BBMan sama temen2 di Indonesia. Bodo amat deh yg lain beli Iphone 4.

Beralih ke pelajaran. Ini buku kalkulus yg minta ampun tebelnya. Kalo berdiri di atas buku kalkulus, kira2 seluruh Pulau Jawa bisa keliatan. Bukunya beraaaatttt, kebayang nggak saya bolak balik rumah-sekolah (ps. ini pegunungan jadi jalannya mendaki) bawa buku ini…

Buku kimia. Sampul depannya cheerful abis, warna warni. Bikin laper kadang2. Eh, disini banyak demo kimia yg seru, pake acara meledak2 segala!! Keren pokoknya. Pelajaran kimia jadi makin menarik. Dosen kimianya bagus banget, santai orangnya. ke kelas pake celana pendek kayak mau ke pantai.

Another book. Ini bukunya mahal abis. Tapi dipinjemin temen sih yang ini. Disini banyak buku bekas kok, jadi agak murah dikit hehee.. Oh ya begitu saya masukin foto ini saya baru inget kalau besok quiz Earth System!!! Argh

Kartu ajaib! Tanpa kartu ini, dijamin ngga bisa masuk kelas, ngga bisa makan siang, ngga bisa naik bus gratis… Harus dibawa pokoknya! Oya, kalau diperhatikan, nama saya berubah jadi Maria Alexandra. Disini saya memang dipanggil Maria :D Kayak nama Latin ya. Btw saya sering dikira orang Jepang/Cina.

Ini guggenheim hall. Ada lonceng di atasnya, tiap jam 12, jam 6, dan waktu2 lain loncengnya bunyi, bagussss banget!!! Kadang2 suka duduk di taman sebelah guggenheim untuk denger loncengnya.. So beautiful!

International Student and Scholar Service.. Biasa aja sih.

Kafadar Commons, ini kayak field di depan Green Center. Biasanya duduk2 di rumput kalo lagi nunggu kelas LAIS sama Sherene, Christie, Davey. Kadang2 suka ada cowok2 olahraga, manjat pohon, main balance rope, unicycle, skateboard, dll… Sejuk banget.

Stratton Hall. Tempat belajar LAIS. Kelas LAIS di basement.

Green Center. Tempat lecture LAIS, kelas Calculus… Dept of Geophysics, aaaaahhhh tempat belajar masa depan!! Amin, amin. Salah satu bangunan favorit saya! Penuh dengan aura manusia pintar. (REVISED: INI MEYER HALL!!! MAAP MAAP!! THANKS TO SYANIA FOR CORRECTING)

Ngga tau nih monumen apaan, di depan Green Center pokoknya.

Sungai deket sekolah.. bagus banget lho.

Meja belajar paling berantakan se-rumah. Hehee. Kalo meja berantakan, kesannya belajar terus. nyahahahahahaha

Terakhirrrr….. rumah sayaaaa!!!

Home sweet homeeee!!!!

Udah ah capek banget.

PS. WANTOOOO JANGAN TEROR AKU LAGGGIIIIIII!!!! INI POSTNYA hehee

 

Randomness Agustus 27, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 10:50 pm

Saya sedang duduk di pojok apartment saya. Jendelanya setengah terbuka, jadi saya bisa melihat mahasiswa-mahasiswa yang jalan atau naik sepeda. Mungkin mau olahraga, disini semua maniak olahraga.

I took my headset and played random song on my laptop. Kali ini Adhitia Sofyan, Adelaide Sky. And all of a sudden, I wanted to look up to the sky. I can’t deny, the sky is beautiful here. It’s always cloudy. Sometimes I even can see some people paragliding up there. Or birds, planes, and random objects (?). Everytime I saw the sky, I longed to be there again… I still remember those tiring flights, from Jakarta to Denver, Colorado. I still remember how ecstatic I was to finally be in my new school… The new journey. The new experience. And in a blink, tadaaaa… I am here!

Now it’s been 2 weeks. Mom and dad have flown back. We are miles apart. Sometimes when I was listening to my math professor’s lecture, I remembered my mom. They are alike. I mean, not physically, but the way they talk and smile is similar.

There are times I cried. I must admit, I am already having homesickness. It’s killing me, deep inside. I miss the smell of wet land in Indonesia.. I miss the heavy rain. I miss seeing some toddlers hanging up in mango trees… Sometimes some high school memories flashed back in my head. It keeps coming up when I feel lonely.

It hits me hard…

 

Sepi Agustus 26, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 2:48 pm

Welcome to adulthood…

I’m on my own now.

 

…on the way to America Agustus 18, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 12:46 am

1. 2 pria lip kissing di airport dan bilang “I miss you”

2. Sepasang muda-mudi (cieh bahasanya) pacaran di tepi jalan sambil grepe2

3. Makan itu pake garpu sama pisau! Jangan pake tangan!

4. Mau ke toilet? Pastikan ada tisu toilet.

5. Percuma diet susah2. Emang semua makanannya lemak doang isinya.

6. Siap2 ditanya “kamu olahraga apa?” buset dah jalan 10 menit aja udah ngos2an, pake nanya olahraga apa, lagi.

7. Belanja di Costco (kayak supermarket gitu) mesti pake member card. Nyari makan aja susah banget dah.

8. Anda punya 80 ribu rupiah? Selamat! Anda bisa membawa pulang 2 buah buku tulis! Oh, 10 ribunya abis untuk beli sebuah pena? Dengan 70 ribu Anda bisa mendapatkan seporsi nasi goreng di restoran Chinese. Mahal abis.

9. Para pria, datanglah ke kampus tanpa baju di musim panas!

10. Para wanita, cowok disini gentlemen semua kok. Lucky you :)

11. Belajarlah membaca peta.

12. Adalah hal biasa jika temanmu bertanya, “Di Indonesia ada TV ya?” “Kamu ke sekolah naik kuda?” “Ada mobil disana?”

13. Do it online. For everything.

14. Air minum 15 ribu rupiah. Mending minum air keran.

15. Di airport:

-So how much dollar do you bring?

-I’m bringing (lets say) 9000 dollar.

-Okay good. Do you have any other currency?

-Umm yes… Indonesian Rupiah. Just a little amount of it.

-Good, how much?

-Like…5 million rupiah?

-*awkward silence* How much is it in dollar? *moment of truth*

-it’s like 500 dollar.

-Oh, so its 5 million for 500 dollar? Wow. *wajah lega*

But so far, it’s real fun!

 

VOTE PULAU KOMODO! Agustus 9, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 4:53 am
Tags: , , ,

URGENT! Dari 28 finalis, Pulau Komodo berada di urutan terbawah (28 dari 28):

ini rank minggu ini:

http://www.new7wonders.com/community/en/new7wonders/new7wonders_of_nature/latest_ranking

ayo ajak teman2 untuk Vote Pulau Komodo menjadi the new 7 wonders. Indonesia Unite!
Klik link ini:

http://www.new7wonders.com/en/

thankyou!

 

Topik Hari Ini: Catering Agustus 1, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 10:09 am

Yak, hari ini saya ingin membicarakan hal remeh yg mungkin terkesan sepele: catering.

Selama 17 tahun hidup, saya selalu bergantung pada catering. Jadi begini. Papa-mama saya dua-duanya kerja. Pulang sore. Saya berangkat pagi jam 7, pulang siang jam setengah 3-an, mandi, makan, les sampe jam 6, makan, biasanya ada les lagi jam 7-9, siap2in barang yang dibawa keesokan harinya, baru tidur. What a day. Saking sibuknya saya (maklum, artis), saya kadang-kadang suka lupa makan. Kadang-kadang inget, tapi males. Kadang-kadang lapar, tapi kok lauknya agak membo-tiiiiit *sensor*. Kadang-kadang buru-buru mau pergi jadi asal makan. Kadang-kadang ngaca, terus perut terlihat menggendut, lalu melintaslah pikiran kotor itu di kepala: Ayo diet!

Setelah berkali-kali berganti tempat catering, dari yang deket rumah sampai yang puluhan kilometer, dari yang masakan Minang sampai Jawa, semuanya udah dicobain. Biasanya ganti tiap 4-5 bulan. Kenapa saya memilih catering? Padahal kan bisa aja beli tiap hari, ada banyak tempat makan kok disini… Jawabannya yaitu karena catering itu 3 M: Murah, Mudah, Muenak. hahahaha maksa abis.

Jadi, begitulah. Sebenarnya postingan kali ini agak nggak berbobot. Tapi liburan terlalu panjang membuat saya nggak punya cerita untuk ditulis.

Selamat makan!

 

ENCOURAGEMENT Juli 25, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 1:21 am

Sebuah repost email inspiratif yang ingin saya bagikan untuk teman-teman semua. Ditulis oleh Bapak RHENALD KASALI, ketua program MM UI. Selamat membaca!

Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya. Dia pun tersenyum. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anakanaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya. “Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbedabeda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakanakan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti. Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. Melahirkan Kehebatan Bisakah kita mencetak orangorang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya,dapat tumbuh.Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

RHENALD KASALI

Ketua Program MM UI

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.