Lagi Niat Ngeblog

Just another WordPress.com site

Tips Mencegah Pembobolan ATM Juli 2, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 12:28 am

Tips cara mencegah pembobolan ATM kamu biar gak dicolong sama Skimmer, karena belakangan ini banyak terjadi kasus pembobolan dana lewat ATM, berikut tips mencegah pembobolan ATM buat kamu sebelum mengambil uang di ATM.

Tips Cara Mencegah Pembobolan ATM :
1. Cari mesin yang mulut mesinnya berwarna ijo. Kalo nggak ada, coba cari warna pink. Kalo nggak ada juga, coba cari warna biru. Kalo nggak ada juga, mungkin anda lagi di wartel bukan ATM.

2. Masukin ATM bank lain, untuk menipu penyadapan PIN kamu. Siapa tahu keluar juga duitnya.

3. Coba bicara dulu sama mesin ATM-nya. “Elo disadap nggak?” Kalo dia bilang nggak,, ambil dah.

4. Coba tes masukin KTP kamu dulu, kalo tiba-tiba fotonya keluar beda. Berarti itu disadap!

5. Bungkus kartu ATM kamu dengan kondom untuk mencegah kebocoran/penyadapan.

Yaps itulah tips cara mencegah pembobolan ATM kamu. Semoga bermanfaat dan Selamat Mencoba..!!

http://etdahcapedeh.blogspot.com/2010/01/tips-cara-mencegah-pembobolan-atm.html

 

A Student’s Thought Juni 30, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 2:37 am

Kriiiiingggg (bel pulang)

“Woy nanti aku ke rumah kau lah, ngerjain tugas bahasa!”

“Eeeeh sorry aku ada les matem! Malemnya les kimia!”

.

.

Seperti itu kira-kira percakapan saya kalau diajak pergi/mengerjakan tugas/apa saja di sore hari.

Hidup anak SMA (oke, saya aja mungkin) dipenuhi dengan les. Semua pelajaran ikut les; matem, fisika, kimia, bahasa inggris, biologi, GO, Quantum, BTA, les aja dah pokoknya. Kadang-kadang ada percakapan seperti ini di kelas:

.

.

(ada 2 orang lagi ribut-ribut di kelas matem)

Peribut (PR): was wes wos bla bla bla bla.. hahahaha

Orang rajin (OR): Kalian kok nggak dengerin apa yang diajarin Pak Rudi?

PR: Santai lah, ada GO! Aku sih mendingan cabut sekolah daripada cabut GO!

.

.

Nah, disini sekolah mulai kehilangan respek dari murid-muridnya. Padahal, sekolah itu kan pendidikan formal, sementara les-les itu adalaha pendidikan informal atau tambahan. Tapi, banyak murid yang merasa mereka mendapatkan lebih banyak ilmu lewat les dan kursus.

Sedihnya, saya sendiri termasuk orang yang  setuju bahwa lebih banyak ilmu yang saya dapat melalui les. Mungkin karena di tempat les, muridnya lebih sedikit, jadi lebih fokus. Kalau ada apa-apa, saya tanya guru les, bukan guru sekolah.

Tapi karena  ini juga, banyak anak SMA (termasuk saya) yang kehilangan waktu bermain. Saya sendiri jadi merasa saya kebanyakan belajar selama SMA. Mungkin akan ada komentar, “Woo, salah sendiri, siapa suruh ikut les banyak-banyak. Aku aja yang nggak les naik kelas juga kok!” Ya, memang benar, ada yang nggak les ini-itu dan tetap naik kelas. Tapi sayangnya tujuan beberapa orang bukan hanya naik kelas, tapi juga lulus SPMB, lulus UMB, dan lain-lain. Dan banyak yang merasa, pendidikan formal 8 to 3 di sekolah belum mencukupi.

Lho kok bisa? Masak 7 jam di sekolah selama 6 hari (totalnya 42 jam seminggu) x 4 minggu x 10 bulan belajar efektif belum bisa meng-cover kebutuhan murid untuk persiapan SPMB, UMB, dll? Ya iyalah! Di sekolah ada belasan pelajaran yang dipelajari, sementara hanya 5-6 yang diperlukan untuk menembus tes perguruan tinggi! Nah, dengan begitu, waktu untuk mempelajari pelajaran pokok tersebut semakin berkurang.

Dalam essay tentang pendidikan untuk Scholastic Award, saya menulis:

“We all know, however, that slimming down the number of subjects will result in a big number of teacher unemployment, unfortunately. On the other hand, we also see many other benefits arising from the elimination of subjects. First of all, it will drastically reduce the government’s spending. Secondly, it would enhance the efficiency and effectiveness in the implementation of school programs. Thirdly, it would provide sufficient time for the students to master subjects of choice without having to have shortcut programs to accomplish the syllabus. Finally, it would leave no room for extra private classes commonly practiced nowadays. ~taken from Maria Patricia’s essay”

Menurut saya, ada beberapa pelajaran yang agak tidak penting, yang mungkin bisa diterima waktu kita SMP, tapi setelah SMA, seharusnya pelajaran-pelajaran seperti itu dikurangi atau bahkan dihilangkan; sehingga murid lebih fokus pada pelajaran yang memang berguna untuk karir dan masa depannya, tanpa harus merasa stres dan tertekan.

What do you think, peeps? Please do leave some comments!

 

Wake Up and Run! Juni 29, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 1:05 am

Every morning in Africa, a deer wakes up and knows it must outrun the fastest lion or it will be killed.

Every morning in Africa, a lion wakes up and knows it must run faster than the slowest deer or it will starve.

So when the sun comes up… It doesn’t matter whether you are a lion or a deer; you’d better be up and running!


Setiap pagi di Afrika, seekor rusa terbangun dan menyadari bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singa tercepat, atau ia akan terbunuh.

Setiap pagi di Afrika, seekor singa terbangun dan menyadari bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada rusa terlamban, atau ia akan mati kelaparan.

Jadi, ketika matahari terbit… Entah Anda rusa atau singa, Anda sebaiknya bangun dan berlari!

 

Merantaulah, Jangan Hanya Diam! Juni 28, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 8:30 am

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena dia tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika di dalam hutan

~Imam Syafii, dikutip dari buku ‘Negeri 5 Menara’

Kutipan ini membakar kembali semangat saya!

 

Debatemates Juni 22, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 2:38 pm

“I love argument, I love debate. I don’t expect anyone just to sit there and agree with me, that’s not their job.” ~ Margaret Thatcher

Mendadak saya ingin menulis tentang debat. And this post is dedicated to all of my debate-mates :)

1. KAK STELLA KUSUMAWARDHANI

Baiklah, begini ceritanya. Awal karir debat saya yaitu dari paksaan Kak Stella Kusumawardhani. Kak Stella ini adalah ketua Cendana English Debating Society (CEDS) tahun 2008-2009; and a very devout debater. Saking cintanya Kak Stella ini sama debat, dia selalu berdebat tentang apa aja, dimana aja, kapan aja. Seperti, waktu melihat payung di samping pintu rumah Geena, dia bertanya dengan berapi-api, “Itu kenapa payungnya disitu? Kenapa nggak di dalem? Kenapa kok cuma satu? blablablablabla…” Dan bahkan sama pacarnya (katanya) sering berdebat juga. Dan sepertinya Kak Stella ini adalah 3rd speaker sejati; karena dia selalu berkata, “3rd speaker itu debater paling nggak ada persiapan dan paling bitchy!” (dengan wajah bangga). Kak Stella ini jago banget debatnya, dia masuk 24 best speaker di Indonesian School Debating Championship (ISDC) 2008.

Kak Stella adalah #1 encourager saya. Dia yang paling semangat mendorong saya di lomba debat pertama saya di ALSA Ecomp 2008. Waktu itu saya grogi banget; datang ke Jakarta cuma bermodal bahasa inggris pas-pasan dan buku debat pinjeman dari Kak Stella yang sering saya quote selama debat, sampe-sampe jurinya bilang ke Kak Stella, “Aduh Stel, itu 1st speaker kamu kayaknya nggak ngerti maksud motionnya deh, nggak nyambung”. Nggak profesional banget deh. Tapi debat saya di ALSA ini benar-benar membuka pintu saya untuk lomba debat yang lain, dan lambat laun membuat saya mencintai debat (boong doang).

2. PAK SANTOSO AGUSWAN

Guru bahasa inggris paling gaulll! Sabar banget, dan motivator yang hebat. Semangat sekali mencari debaters Cendana yang baru, dan saran-sarannya suka bikin ketawa kadang-kadang. Waktu ALSA dulu dipanggil Pak Dosantos, telenovela abis. Pendamping lomba paling baik dan helpful! TOP deh!

3. RIYAN ARIWIBOWO

Debate-mate saya yang pintar sekali! Saya beberapa kali satu tim sama Riyan, yaitu di ALSA 2008, LP3I Debate Comp 2008, ISDC 2009, dan beberapa events lain. Riyan ini broad banget wawasannya tentang international issues, dan sangat kritis; despite the fact bahwa dia CUEK ABIS. Waktu ALSA 2008, kita ada debat jam 9, dan waktu aku & Kak Stella telepon jam 8.45, ternyata Riyan baru bangun dan belum mandi… -___- Sampai-sampai tim Cendana diantar khusus sama Liaison Officer, karena ketinggalan bus kuning… Tapi Riyan ini benar-benar informatif dan baik; and one of the most beautiful moments saya sama Riyan yaitu waktu saya dan Riyan di bandara berdua, mau pulang ke Riau. Saya lagi sedih sekali karena akhirnya ISDC selesai, dan Riyan dengan baiknya menghibur saya… Baru kali itu saya merasa benar-benar dekat sama Riyan.. haha.

Riyan dapet 9 best speakers award di ISDC.

4. SHEIRA NARITA

Pertama kali kenal Sheira di provincial selection untuk ISDC 2009. Anaknya cantik sekali, banyak fans. Hahahaa out of context. Selama ISDC jadi 1st speaker, reply speaker juga. Ciri khasnya dalam berdebat: berapi-api dan strukturnya oke banget! Logatnya Singaporean English. Anaknya baik dan perhatian; teman sekamar yang baik dan sabar. Nggak pernah marah walaupun saya batuk-batuk di kamar sepanjang hari di ISDC. Tempat curhat yang oke, sekaligus sering curhat. Supel banget anaknya, kadang-kadang polos.

Sheira ini gampang sekali tersentuh. Suatu hari, setelah debat versus Papua, juri-juri yang pada dasarnya jahil semua ngerjain tim Riau. Jadi di assessment, kita dijelek-jelekin. Semua nilai minus dihibahkan ke Riau dan nilai plus untuk Papua. Sheira sediiiihhh banget, sampai nangis. Dan karena saya berhati malaikat, saya ikutan nangis sesenggukan.  Ehh, taunya dikerjain doang sama juri -____-”

5. TIM BALI: GARLAN ARCHISTA DUARSA, I GEDE BAGUS ANANDA PRATAMA, ANINDYA SASTRAWAN EKAWINATA

Ini tim yang paling deket sama tim Riau. Pertama kali ketemu di tempat fotokopi.

Orang-orangnya LUCU BANGET. BANGET. (I mean it). Jokesnya aneh-aneh tapi lucu, hehe.. Seperti… Jokes tentang Om Gatotkaca, jokes alarm HP masing-masing.. Capek deh kalau ditulis. Dan Garlan dengan polosnya men-dial McD di Jakarta dengan kode area Bali. Baru tau kalau McD perlu kode area hehe.

My favorite quote dari anak Bali ini yaitu perumpamaan tentang CATCHING A BIG FISH (Bali VS DKI Jakarta, ISDC 2009). Nggak usah ditulis deh, ntar malu hehehhe.. What happens in ISDC, stays in ISDC. Yang penting kan unanimous win!

Kita sering makan bareng di Burger King (I’ve got enough BK Burger for the rest of my life) dan main di Timezone.  Sayang banget, pena timezone saya hilang. Padahal itu kenang-kenangan banget :(

Oya, kita pernah dibohongin supir taxi, diajak muter-muter dulu hehehe.

Debaters dari Bali ini jago debat semua. Garlan bahkan sampai jadi wakil Indonesia di WSDC. Saya belajar banyak dari mereka tentang debat, udah sesepuh di dunia debat sih. Kudos for them deh.

Oya, anak Bali ini kalau makan mejanya dipisah, soalnya vegetarian. –> info ga penting

5. DENNYS VICTOR KAPPA

Pertama kali melihat Dennys melintas di ruang registrasi… Jengjengjeng! Aku dan Sheira langsung bisik-bisik, “Itu kayaknya Dennys yang diceritain Kak Sastika sama Kak Stella ya? Huaaa kelihatannya pintar.”

Representatif NTT ini memang ikut ISDC 2008 dan 2009, dan di 2008 dia masuk 8 best atau apa gitu… Lupa.

Ternyata Dennys ini baikkkk sekali dan jadi teman dekat tim Riau dan Bali. Kita sering main-main ke kamar anak Bali; we had great laughs.

Yang paling diingat dari Dennys: Kuku jempolnya panjaaaannggg! Gosip-gosipnya sih kalau dipotong, bisa hilang pintarnya (?) Need further clarification.

Dennys masuk 9 best speakers (sudah ditebak). Ya iya laaaah, bahasa inggrisnya aja kayak air gitu, plus critical thinking.

6. GEENA CEMPAKA

Junior debat yang sangat potensial. Kritis dan berbakat. Sering juga debat sama Geena, dan Geena sendiri juga representatif Riau untuk ISDC 2010, bersama Khansa Irsalina. Sering latihan di rumah Geena, PW banget terasnya! :D

7. BANG GERRY KUSUMA SINAGA, BANG CHRISTIAN DOTULONG, dan KAK FIDINI HAYATI

Ketiganya sama-sama melatih aku, Riyan, dan Geena. Yang pertama banyak banget (secara personal) mempertajam insting debat saya :) Yang kedua dan ketiga juga berjasa banget di awal karir debat saya. Ketiganya debaters angkatan 2007-2008 yang hebat banget, dan sering menang di kompetisi-kompetisi debat.

8. THE JUDGES

Macem-macem nih, ada yang baik, ada yang jahat, ada yang kasar, ada yang lembut, ada yang helpful, ada yang ketus.. Tapi mereka semua selalu ngasih saran yang biarpun (kadang-kadang) kita nggak ngerti maksudnya tapi membantu debaters muda untuk lebih berkembang. My greatest gratitude for them!

Udah ah capek ngetik, mau latian tari piring dulu.

 

Hari Ini Berbeda Juni 19, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 1:00 pm

Hari ini, sepulang dari shopping yang melelahkan,

Dan setelah 30 menit terjebak macet,

Saya melewati Jembatan Siak.

Dulu, saya melalui jembatan ini hampir tiap hari,

Bertahun-tahun.

Terasa monoton sekali.

Tidak pernah ada yang berubah.

Tapi tadi, terasa lain sekali.

Airnya masih keruh,

Tapi matahari sore membuat air sekotor itu pun masih terlihat indah,

Sambil mendengar lagu lama yang tidak pernah basi bagi saya,

(Relish – It’s You I’m Thinking Of )

Dan melihat kapal besar yang sedang melintas,

Ditambah pabrik karet tua dan rumah-rumah kayu

Yang siluetnya terlihat begitu berbeda hari ini

Rasanya, saya tenggelam…

Sungai Siak has never been better…

(Sorry, people, akhir-akhir ini saya memang melankolis, harap maklum)

 

Belajar Tari Piring: Behind The Scene Juni 16, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 8:23 am

Hari ini saya belajar tari piring untuk pertama kalinya! Berawal dari ketertarikan saya waktu teman saya, Nabila, membawakan tarian ini di sebuah acara yang saya hadiri. Tapi seperti kebanyakan keinginan-keinginan saya yang lain, keinginan untuk belajar tari piring hilang setelah beberapa minggu.

Nah, setelah 2 bulan nganggur di rumah, akhirnya kemarin pagi, begitu bangun tidur, saya bilang ke papa. “Pah, Petty mau belajar tari piring ah.” Iseng aja waktu itu. Tapi ternyata, papa saya menanggapi dengan serius. “Oke, nanti papa telepon teman papa. Ada kok yang guru tari“.

Dan tadi pagi, tanpa notifikasi apa-apa, papa saya telepon dari kantor. “Dek, mandi sana, nanti jam setengah sepuluh gurunya datang. Panggil tante aja ya, orangnya masih muda kok.”

Yak, dan jam setengah sepuluh teng, gurunya benar-benar datang.

Sebelum mulai belajar, saya sudah mewanti-wanti pada gurunya, bahwa saya sama sekali nggak bakat menari dan badan saya kaku banget. Untung gurunya sabar sekali. Yaaay! Dan setelah 1 jam sesi latihan, akhirnya saya bisa menguasai step awalnya. Lumayan susah, sih. Namanya juga baru belajar.

Rencananya saya akan les 3 kali seminggu selama 2 bulan ini. Dan kalau bisa, saya akan belajar Tari Keris juga. :D

Seni tradisi Indonesia memang keren sekali!

Freakin’ proud to be an Indonesian!

 

Thoughts Juni 12, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 1:49 am

Akhir-akhir ini, my mood switched randomly.

Sepertinya saya terkena pre-university syndrome.

Rasanya baru kemarin saya masuk TK, ngompol disana-sini.

Lalu masuk SD, main kejar-kejaran tiap hari.

Berlanjut di SMP, mulai tau yang namanya pacaran.

Terakhir di SMA, penuh kenangan, seharusnya. Tapi rasanya saya terlalu serius belajar sampai lupa bersosialisasi. Oke ini pengakuan terang-terangan saya.

Saya ingat waktu saya pertama kali belajar sepeda. Hampir ditabrak mobil.

Saya juga ingat pertama kali saya dapat juara di sekolah, waktu itu saya tanya ke mama, “Ma, juara 3 itu bagus ya?”

Saya ingat pertama kali saya dimarahi guru karena menyontek waktu kelas 3 SD. Itu nggak nyontek, saya cuma mau nyocokin jawaban kok!

Juga pertama kalinya saya dibelikan otopet. Waktu itu lagi booming sekali. Kemana-mana saya bawa otopetnya.

Lalu ingat rasanya berpolitik, waktu jadi OSIS. Baik-baik sama orang lain supaya dipilih, hihihi…

Dan ingat juga rasanya orientasi SMA. Seniornya galak-galak. Untung saya pintar nyari alasan untuk kabur.

Dan tiba-tiba, waktu sudah fast-forward ke tahun 2010. Saya sudah 17 tahun.

Tiba-tiba, saya ada di Rumbai Country Club, di sebuah ruangan luas, dan di atas panggung ada tulisan “Malam Penyerahan Murid Kepada Orang Tua”, Malam Prasidina…

Tiba-tiba, saya  tersadar bahwa saya bukan anak kecil lagi.

Sebentar lagi saya jadi anak kuliahan… Saya ingat, dulu saya berharap bisa cepat-cepat kuliah, karena kata ‘anak kuliahan‘ terdengar sangat keren di telinga saya.

Sebentar lagi saya akan pergi kurang lebih 9000 miles, hanya bisa kembali sekali setahun…

Dan sebentar lagi, saya akan  memulai perjalanan baru saya…..

Memang sudah waktunya.

 

Random things about me Juni 10, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 11:29 am

♥ I’ve been severely addicted to internet this past week, I could sit in front of my laptop screen for >10 hours a day.

♥ I’ve played piano for 14 years but I didn’t think I made any advancement in the last 5 years.

♥ I’ve fallen asleep in the middle of a priest’s sermon once.

♥ My hair is so curly, I always cried when I combed it back in elementary school.

♥ I’m allergic to Panadol and Decolgen, so everytime I got a fever, I swallowed some sweet liquid medication aimed for children below 10 y.o.

♥ I learned to play drum and guitar for several years. But I was a really bad drummer/guitarist.

♥ I evicted my Bali Dance teacher when I was 7, because the dance was difficult.

♥ I plan everything. I know the age I will graduate, get married, everything.

♥ Physics is my passion! And I am so excited about being a geophysicist.

♥ I was a debater. I debated everything. Now I’m a retired debater lol.

♥ I was the grade champion in my school for these past 3 years. Yeah I’m a bright student, lol.

♥ I have a bad eyesight. I’ve been wearing my glasses since I was 6.

♥ I hated almost every idol-searching competition.

♥ I find it hard to control my weight these days because I’m at home all day and there are always sweet snacks around.

♥ My bestfriend, Tika Puspyta, and I met for the first time on the way to our school’s canteen. We bought petak.

♥ My school mates said I’m a very serious person. They said I looked like a computer. Now please look at my photo and leave a comment on this blog: do I really look like a computer?

♥ I scratch my head when I get confused. No, it doesn’t mean it is scurfy.

♥ When my mood is bad, I turn into a very sarcastic person.

♥ I don’t drink cold drinks and soft drinks.

♥ I have some bestfriends living in Bali, and I’m looking forward to visit Bali!

♥ My feet are allergic to grass. They will get very itchy. And the itchiness will stay for 1-2 weeks.

♥ I am a very ticklish person. VERY, VERY ticklish.

♥ I love dresses and cosmetics! I love to show the girlie side of me.

♥ I love my smile! Thus, I love to smile! Plus, I have a dimple on my left cheek.

♥ Cockroaches frighten me to death.

♥  I am a devoted KASKUS member. :p

♥  My 9-year-obsession: PLAYING HARP! It’s really a goddess’ instrument.

 

Tips Untuk Adik2 yang Mau Ikut Chevron Scholastic Award Juni 9, 2010

Filed under: Uncategorized — pattyalexandra @ 2:39 am

Winning scholastic awards isn’t easy, that’s for sure…just ask all the smart people out there, who didn’t even make it through the 1st elimination…sum people have prepared years before the test (atw aq aja??? my ambition drives my body…ihihihi…) ~ Kak Dea Larissa Roesdha, Scholastic Award # 1 tahun 2006, dari blognya

Kalimat itu yang membuat saya terus semangat dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi Scholastic Award 2010. Kak Dea Larissa adalah salah satu idola saya, selain Scholastic Award #1 yang lain, seperti Kak Felisitas Francine, Kak Fidini Hayati, Bang Radi Zikri, dan pemenang-pemenang lain yang tidak saya kenal secara personal.

Dan sekarang, sekitar 7 bulan setelah Scholastic Award 2010 berlalu, saya ingin berbagi informasi untuk adik-adik yang akan segera menyusul saya di Scholastic Award 2011, 2012, dan tahun-tahun berikutnya. Tahun lalu, ketika saya iseng-iseng meng-google dengan keyword Chevron Scholastic Award, saya hanya menemukan blog Kak Dea. Semoga dengan adanya post tentang Scholastic Award dari sudut pandang saya di blog ini, adik-adik jadi makin termotivasi dalam menghadapi Scholastic Award, karena seperti kata Kak Dea, this is an opportunity of a lifetime. Dan percayalah, hasil yang kamu dapatkan akan sangat worth the effort. Empat setengah tahun kuliah di luar negeri, bebas biaya, siapa yang nggak mau, coba?

Okaaay, here we go!

Seleksi pertama: Nilai rapor

Adik-adik yang sudah kelas 2 SMA pastinya sudah menentukan jurusan kan? Di jurusan apapun kamu berada, pastikan nilai pelajaran inti dan rata-rata kamu di atas 7.0! Karena inilah syarat minimum untuk mengikuti seleksi. So, sebenci apapun kamu pada fisika, biologi, akuntansi, atau sejarah, pacu terus semangat belajarmu! Ingat, nilai yang diberikan guru kan bukan hanya dari nilai ujian ya, tapi juga dari nilai diskusi, tugas, dan lain-lain. Jadi kalau kamu merasa nilai 7 di ujian terlalu sulit untuk dicapai, make sure kamu selalu aktif dalam diskusi, selalu mengumpulkan paper tepat waktu, dan bersikap baik kepada guru. Selain untuk Scholastic Award, keep in mind bahwa nilai yang baik tentunya akan sangat berguna untuk apply ke universitas-universitas top.

Seleksi kedua: Tes ala SNMPTN selama 2 hari

Ini juga merupakan salah satu tahap paling krusial. Setelah saringan nilai rapor, biasanya akan ada sekitar 600 anak dari SMA se-Indonesia, with a definite firmness, SE-INDONESIA, yang berhak mengikuti Scholastic Award. Kalau iseng-iseng melihat list-nya, biasanya peserta dari SMA Cendana akan sedikit menciut nyalinya setelah melihat peserta yang berasal dari sekolah-sekolah terkenal di Pulau Jawa. Tapi, jangan takut, SMA Cendana Pekanbaru dan Duri punya track record yang bagus kok di Scholastic Award. :D

Nah, untuk anak IPA, tesnya ada beberapa: Matematika dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris (hari pertama); dan Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi, IPA Terpadu. Untuk anak IPS, tes hari pertama sama dengan anak IPA, sedangkan untuk hari kedua, hmm, lihat di panduannya aja ya.. Saya kurang tau soalnya. Tapi yang pasti Akuntansi/Ekonomi, Sosiologi, dan pelajaran yang diujikan di SNMPTN ya…

Untuk sedikit detail, beginilah yang saya rasakan selama ujian.

- Matematika dasar: Tidak sedasar namanya; tapi lumayan lah… Kalau kamu rajin-rajin les matematika dan mengerjakan soal, sepertinya tidak akan menjadi masalah. Untuk anak IPS, sepertinya harus belajar pelajaran-pelajaran matematika IPA ya!

- Bahasa Indonesia:  Seperti biasa, sangat absurd dan dipenuhi artikel-artikel. Kalau nggak ngantuk baca soalnya, sepertinya nggak ada masalah. Harus teliti!

- Bahasa Inggris: Miriiiip sekali sama soal-soal SNMPTN. Agak lebih susah daripada ujian sekolah. Rajin-rajin ngerjain TOEFL ya..

- Matematika IPA: Yang ini ampun deh… Nyerah. Lebih mirip soal Matematika IPA untuk seleksi ITB sepertinya.

- Fisika: Hmm, kalau nggak salah banyak soal listrik statis dan dinamis ya… Sebenernya soalnya biasa aja, kalau tau rumus, nggak ada soal yang menjebak kok.

- Kimia: My favorite! Nggak terlalu susah, ada soal yang sama persis dengan buku persiapan SNMPTN Kimia saya.

- Biologi: Sering-sering baca aja; asal tebak dikit juga nggak masalah kok :)

- IPA Terpadu: Sangat-sangat-sangat di luar dugaan, nggak susah kok. Just my luck, maybe.

Seleksi ketiga: KYAAAAA! MASUK 35 BESAR!! APA LAGI YA? OH, ADA TES MENULIS ESSAY!

Nah, biasanya kamu akan diberi 10 topik yang cukup up-to-date, lalu ditugaskan menulis essay bahasa inggris di rumah. Pergunakan semua resource yang ada, seperti internet, kamus, televisi, dan lain-lain. Double check your essay. Triple check kalo bisa. Pastikan ejaan benar, dan grammar benar. Tapi yang lebih penting, tunjukkan bahwa kalian memiliki pikiran yang kritis! Syukurlah, saya selama ini bergabung dengan Cendana English Debating Society (saya ketua tahun 2009-2010), jadi sudah terbiasa dengan menulis essay seperti ini. Saran saya untuk adik-adik sih, kalau bisa join klub debat bahasa inggris, karena akan sangat berguna untuk tes essay dan interview nanti.

Essay yang kalian tulis nggak perlu terlalu berat. Menurut Wikipedia, an essay is usually a short piece of writing which is quite often written from an author’s personal point of view. Jadi, essay itu berbeda dengan laporan penelitian. Jadi, nggak perlu memasukkan terlalu banyak data. Utamakan opini kalian, suarakan pendapat kalian tentang suatu topik dengan kritis.

Seleksi keempat: TOEFL

TOEFL juga sangat penting. Jadi, coba beli buku TOEFL di Gramedia, atau download di internet ya! Dan kerjakan dengan teratur. Dulu aku mengerjakan TOEFL tiap hari, bahkan jauuuuuhhhhhh sebelum pengumuman pendaftaran Scholastic Award dibuka. Thanks to my dad, Mr. Eddy Tjokrosepoetro, he’s my #1 English teacher :D

Nilai TOEFL yang decent itu yaitu sekitar 550 (paper based). Kalau bisa di atas 600, bagus sekali.

Oya, usahakan jangan sakit ketika tes TOEFL, karena waktu itu saya demam parah, dan akibatnya, nilai TOEFL saya terjun bebassss hehehe.

Seleksi kelima: Psikotes!

Banyak yang berkata bahwa psikotes itu nggak bisa dilatih. Tapi saya tetap membeli buku-buku psikotes sih… Saya percaya sekali pada kata-kata ‘bisa karena biasa’. :) Jaga mood pada saat psikotes!

Seleksi terakhir: INTERVIEW

Okay, saya pakai huruf kapital semua, karena ini adalah salah satu tes yang paliiiiinnnggg menentukan, dengan bobot terbesar kedua setelah tes akademis.

Saya akan menjelaskan sedikit panjang lebar disini. Jadi, pada hari yang ditentukan, sebuah bus akan mengantar kalian ke tempat interview (Scholastic Award 2010 di kompleks Iksora). Kalian akan berada di suatu ruangan khusus bersama 6 orang juri yang akan menilai kalian, plus beberapa crew yang merekam kalian. Grogi? Banget. Seru? Pastinya.

Satu tips untuk interview ini, LATIHAN. Apalagi untuk kamu yang nggak terbiasa ngomong dengan bahasa Inggris. Sebenarnya, it’s OK kalau mau ngomong dengan Bahasa Indonesia, tapi tentunya nilainya beda dong yah… I prefer English, karena akan ada 2 atau lebih bule yang meng-interview kamu.

It would be great kalau kamu punya kenalan bule, dan latihan interview dengan dia. Saya sendiri mendapatkan tips-tips yang berguna sekali sewaktu latihan dengan salah satu bule.

Yang ditanya di interview, yaitu:

- Tentang cita-cita. Kamu mau jadi apa, kenapa? Mau sekolah dimana, kenapa?

- Tentang hobi. Karena aku hobi main piano, aku ditanya-tanya tentang piano.

- Tentang ekstrakurikuler. Makin banyak, makin bagus! Karena kalian juga dinilai dari segi leadership, jadi usahakan seimbang antara ekskul dan prestasi akademis.

- Tentang prestasi. Akan sangat membantu kalau kalian punya prestasi di tingkat kota, provinsi, nasional, apalagi internasional. Selalu tunjukkan bahwa kalian memiliki keinginan kuat untuk berprestasi.

- dan topik-topik lainnya.

Interview nggak semenakutkan yang kamu kira, kok. Selection committee akan mengusahakan agar suasana santai. Ajak bercanda jurinya, sekali-sekali keluarkan komentar-komentar polos yang terdengar lucu (tapi nggak usah dipaksakan kalau memang nggak bakat melucu hehee). Tunjukkan bahwa kamu cerdas dan beretika melalui cara bicara, cara duduk, dan sopan-santun.

Bobot nilai:

- Tes  Potensi Akademik (40%)

- Essay (20%)

- Interview (30%)

- TOEFL score (10%)

FINALLY, AWARDING NIGHT!

Akhirnya, setelah 5 hari dikarantina, tiba saatnya awarding night. Pastinya ini adalah malam yang paling ditunggu dan paling berkesan. Acara dimulai dengan makan malam formal, dilanjutkan dengan penganugerahan, lalu ditutup dengan performance seni kamu. Apapun hasilnya, masa depanmu masih panjang. Teruslah berdoa, belajar, dan bekerja keras.

Akhir kata, enjoy the experience, guys!

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.