Winning scholastic awards isn’t easy, that’s for sure…just ask all the smart people out there, who didn’t even make it through the 1st elimination…sum people have prepared years before the test (atw aq aja??? my ambition drives my body…ihihihi…) ~ Kak Dea Larissa Roesdha, Scholastic Award # 1 tahun 2006, dari blognya
Kalimat itu yang membuat saya terus semangat dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi Scholastic Award 2010. Kak Dea Larissa adalah salah satu idola saya, selain Scholastic Award #1 yang lain, seperti Kak Felisitas Francine, Kak Fidini Hayati, Bang Radi Zikri, dan pemenang-pemenang lain yang tidak saya kenal secara personal.
Dan sekarang, sekitar 7 bulan setelah Scholastic Award 2010 berlalu, saya ingin berbagi informasi untuk adik-adik yang akan segera menyusul saya di Scholastic Award 2011, 2012, dan tahun-tahun berikutnya. Tahun lalu, ketika saya iseng-iseng meng-google dengan keyword Chevron Scholastic Award, saya hanya menemukan blog Kak Dea. Semoga dengan adanya post tentang Scholastic Award dari sudut pandang saya di blog ini, adik-adik jadi makin termotivasi dalam menghadapi Scholastic Award, karena seperti kata Kak Dea, this is an opportunity of a lifetime. Dan percayalah, hasil yang kamu dapatkan akan sangat worth the effort. Empat setengah tahun kuliah di luar negeri, bebas biaya, siapa yang nggak mau, coba?
Okaaay, here we go!
Seleksi pertama: Nilai rapor
Adik-adik yang sudah kelas 2 SMA pastinya sudah menentukan jurusan kan? Di jurusan apapun kamu berada, pastikan nilai pelajaran inti dan rata-rata kamu di atas 7.0! Karena inilah syarat minimum untuk mengikuti seleksi. So, sebenci apapun kamu pada fisika, biologi, akuntansi, atau sejarah, pacu terus semangat belajarmu! Ingat, nilai yang diberikan guru kan bukan hanya dari nilai ujian ya, tapi juga dari nilai diskusi, tugas, dan lain-lain. Jadi kalau kamu merasa nilai 7 di ujian terlalu sulit untuk dicapai, make sure kamu selalu aktif dalam diskusi, selalu mengumpulkan paper tepat waktu, dan bersikap baik kepada guru. Selain untuk Scholastic Award, keep in mind bahwa nilai yang baik tentunya akan sangat berguna untuk apply ke universitas-universitas top.
Seleksi kedua: Tes ala SNMPTN selama 2 hari
Ini juga merupakan salah satu tahap paling krusial. Setelah saringan nilai rapor, biasanya akan ada sekitar 600 anak dari SMA se-Indonesia, with a definite firmness, SE-INDONESIA, yang berhak mengikuti Scholastic Award. Kalau iseng-iseng melihat list-nya, biasanya peserta dari SMA Cendana akan sedikit menciut nyalinya setelah melihat peserta yang berasal dari sekolah-sekolah terkenal di Pulau Jawa. Tapi, jangan takut, SMA Cendana Pekanbaru dan Duri punya track record yang bagus kok di Scholastic Award.
Nah, untuk anak IPA, tesnya ada beberapa: Matematika dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris (hari pertama); dan Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi, IPA Terpadu. Untuk anak IPS, tes hari pertama sama dengan anak IPA, sedangkan untuk hari kedua, hmm, lihat di panduannya aja ya.. Saya kurang tau soalnya. Tapi yang pasti Akuntansi/Ekonomi, Sosiologi, dan pelajaran yang diujikan di SNMPTN ya…
Untuk sedikit detail, beginilah yang saya rasakan selama ujian.
- Matematika dasar: Tidak sedasar namanya; tapi lumayan lah… Kalau kamu rajin-rajin les matematika dan mengerjakan soal, sepertinya tidak akan menjadi masalah. Untuk anak IPS, sepertinya harus belajar pelajaran-pelajaran matematika IPA ya!
- Bahasa Indonesia: Seperti biasa, sangat absurd dan dipenuhi artikel-artikel. Kalau nggak ngantuk baca soalnya, sepertinya nggak ada masalah. Harus teliti!
- Bahasa Inggris: Miriiiip sekali sama soal-soal SNMPTN. Agak lebih susah daripada ujian sekolah. Rajin-rajin ngerjain TOEFL ya..
- Matematika IPA: Yang ini ampun deh… Nyerah. Lebih mirip soal Matematika IPA untuk seleksi ITB sepertinya.
- Fisika: Hmm, kalau nggak salah banyak soal listrik statis dan dinamis ya… Sebenernya soalnya biasa aja, kalau tau rumus, nggak ada soal yang menjebak kok.
- Kimia: My favorite! Nggak terlalu susah, ada soal yang sama persis dengan buku persiapan SNMPTN Kimia saya.
- Biologi: Sering-sering baca aja; asal tebak dikit juga nggak masalah kok
- IPA Terpadu: Sangat-sangat-sangat di luar dugaan, nggak susah kok. Just my luck, maybe.
Seleksi ketiga: KYAAAAA! MASUK 35 BESAR!! APA LAGI YA? OH, ADA TES MENULIS ESSAY!
Nah, biasanya kamu akan diberi 10 topik yang cukup up-to-date, lalu ditugaskan menulis essay bahasa inggris di rumah. Pergunakan semua resource yang ada, seperti internet, kamus, televisi, dan lain-lain. Double check your essay. Triple check kalo bisa. Pastikan ejaan benar, dan grammar benar. Tapi yang lebih penting, tunjukkan bahwa kalian memiliki pikiran yang kritis! Syukurlah, saya selama ini bergabung dengan Cendana English Debating Society (saya ketua tahun 2009-2010), jadi sudah terbiasa dengan menulis essay seperti ini. Saran saya untuk adik-adik sih, kalau bisa join klub debat bahasa inggris, karena akan sangat berguna untuk tes essay dan interview nanti.
Essay yang kalian tulis nggak perlu terlalu berat. Menurut Wikipedia, an essay is usually a short piece of writing which is quite often written from an author’s personal point of view. Jadi, essay itu berbeda dengan laporan penelitian. Jadi, nggak perlu memasukkan terlalu banyak data. Utamakan opini kalian, suarakan pendapat kalian tentang suatu topik dengan kritis.
Seleksi keempat: TOEFL
TOEFL juga sangat penting. Jadi, coba beli buku TOEFL di Gramedia, atau download di internet ya! Dan kerjakan dengan teratur. Dulu aku mengerjakan TOEFL tiap hari, bahkan jauuuuuhhhhhh sebelum pengumuman pendaftaran Scholastic Award dibuka. Thanks to my dad, Mr. Eddy Tjokrosepoetro, he’s my #1 English teacher
Nilai TOEFL yang decent itu yaitu sekitar 550 (paper based). Kalau bisa di atas 600, bagus sekali.
Oya, usahakan jangan sakit ketika tes TOEFL, karena waktu itu saya demam parah, dan akibatnya, nilai TOEFL saya terjun bebassss hehehe.
Seleksi kelima: Psikotes!
Banyak yang berkata bahwa psikotes itu nggak bisa dilatih. Tapi saya tetap membeli buku-buku psikotes sih… Saya percaya sekali pada kata-kata ‘bisa karena biasa’.
Jaga mood pada saat psikotes!
Seleksi terakhir: INTERVIEW
Okay, saya pakai huruf kapital semua, karena ini adalah salah satu tes yang paliiiiinnnggg menentukan, dengan bobot terbesar kedua setelah tes akademis.
Saya akan menjelaskan sedikit panjang lebar disini. Jadi, pada hari yang ditentukan, sebuah bus akan mengantar kalian ke tempat interview (Scholastic Award 2010 di kompleks Iksora). Kalian akan berada di suatu ruangan khusus bersama 6 orang juri yang akan menilai kalian, plus beberapa crew yang merekam kalian. Grogi? Banget. Seru? Pastinya.
Satu tips untuk interview ini, LATIHAN. Apalagi untuk kamu yang nggak terbiasa ngomong dengan bahasa Inggris. Sebenarnya, it’s OK kalau mau ngomong dengan Bahasa Indonesia, tapi tentunya nilainya beda dong yah… I prefer English, karena akan ada 2 atau lebih bule yang meng-interview kamu.
It would be great kalau kamu punya kenalan bule, dan latihan interview dengan dia. Saya sendiri mendapatkan tips-tips yang berguna sekali sewaktu latihan dengan salah satu bule.
Yang ditanya di interview, yaitu:
- Tentang cita-cita. Kamu mau jadi apa, kenapa? Mau sekolah dimana, kenapa?
- Tentang hobi. Karena aku hobi main piano, aku ditanya-tanya tentang piano.
- Tentang ekstrakurikuler. Makin banyak, makin bagus! Karena kalian juga dinilai dari segi leadership, jadi usahakan seimbang antara ekskul dan prestasi akademis.
- Tentang prestasi. Akan sangat membantu kalau kalian punya prestasi di tingkat kota, provinsi, nasional, apalagi internasional. Selalu tunjukkan bahwa kalian memiliki keinginan kuat untuk berprestasi.
- dan topik-topik lainnya.
Interview nggak semenakutkan yang kamu kira, kok. Selection committee akan mengusahakan agar suasana santai. Ajak bercanda jurinya, sekali-sekali keluarkan komentar-komentar polos yang terdengar lucu (tapi nggak usah dipaksakan kalau memang nggak bakat melucu hehee). Tunjukkan bahwa kamu cerdas dan beretika melalui cara bicara, cara duduk, dan sopan-santun.
Bobot nilai:
- Tes Potensi Akademik (40%)
- Essay (20%)
- Interview (30%)
- TOEFL score (10%)
FINALLY, AWARDING NIGHT!
Akhirnya, setelah 5 hari dikarantina, tiba saatnya awarding night. Pastinya ini adalah malam yang paling ditunggu dan paling berkesan. Acara dimulai dengan makan malam formal, dilanjutkan dengan penganugerahan, lalu ditutup dengan performance seni kamu. Apapun hasilnya, masa depanmu masih panjang. Teruslah berdoa, belajar, dan bekerja keras.
Akhir kata, enjoy the experience, guys!